Rapat Koordinasi Nasional PR-SR: Satu Visi Menuju Capaian Program Maksimal

Pada tanggal 7-10 Juli 2025, Indonesia AIDS Coalition (IAC) bersama para mitra Sub Recipient (SR) menggelar Focused Group Discussion (FGD) untuk membahas rencana peningkatan kapasitas petugas lapangan dan penyesuaian strategi program. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi seluruh tim untuk menyamakan langkah di tengah kebijakan efisiensi the Global Fund (GF).
FGD yang berlangsung selama beberapa hari ini diisi dengan pembahasan intensif mulai dari strategi efisiensi anggaran, perbaikan mekanisme pelaporan, hingga inovasi distribusi logistik melalui tokoh komunitas.
Panji menyampaikan bahwa Indonesia, termasuk IAC, harus beradaptasi dengan pemangkasan dana dari GF. Fokus pendanaan kini diarahkan pada kegiatan life saving seperti ajakan tes HIV dan pengobatan ARV. Beberapa modul yang dinilai tidak esensial, seperti Human Rights (HR) dan Community Systems Strengthening (CSS), mengalami pemotongan signifikan. Oleh karena itu, dilakukan sejumlah langkah penanggulangan.
Diskusi berlanjut pada peninjauan anggaran untuk Sub Recipient (SR) dan Sub-Sub Recipient (SSR). Tim dibagi menjadi tiga kelompok untuk membedah setiap budget line yang terdampak perubahan jumlah peserta, lokasi, maupun periode pelaksanaan kegiatan. Dibuat beberapa keputusan penting, yang mencakup penyesuaian unit cost dan lain sebagainya.
Adapun hasil monitoring menemukan beberapa kelemahan, seperti data dan foto yang tidak konsisten, laporan terlambat, hingga Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang tidak berjalan. Untuk mengatasinya, tim sepakat untuk memperketat proses verifikasi berlapis dari SSR hingga SR, melakukan quality control secara rutin, serta ,enegaskan kembali peran Koordinator Lapangan (KL).
Topik penting lainnya adalah peran Peer Mobilizer & Condom Outlet (PMCO), tokoh kunci di komunitas Pekerja Seks Perempuan (PSP) yang bertugas untuk mendistribusikan logistik. PMCO dipilih berdasarkan kriteria tertentu seperti memiliki minimal 10 PSP di lokasi hotspot dan sudah terhubung dengan PL. Disepakati beberapa ketentuan seperti pemberian insentif secara bergilir, pendekatan condom social marketing untuk wilayah yang mampu membeli kondom secara mandiri, pemetaan hotspot, serta langkah-langkah antisipasi penjualan logistik yang tidak sesuai aturan.
Panji menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam pelaksanaan program dan pelaporan. Setiap revisi anggaran maupun kegiatan harus disepakati bersama sebelum dilaksanakan, demi menjaga pencapaian target serapan dan kinerja indikator.
Dengan koordinasi erat antara tim PR dan SR, IAC optimis dapat mempertahankan performa optimal hingga akhir periode pendanaan. Harapannya, kinerja yang solid ini memastikan IAC dan para mitra tetap menjadi penerima hibah terpercaya pada siklus GF berikutnya.
Share this article
Ditulis oleh : Budi Larasati
Follow us
Outline Artikel Ini







