Recruitment Jobs Career Hiring Vacancy Word

Vacancy Konsultan Penyusunan Basic & Comprehensive Guideline

Sejak kasus HIV pertama dilaporkan pada tahun 1987 di Indonesia, epidemi HIV terus menyebar secara luas dengan estimasi 543.100 Orang hidup dengan HIV berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tahun 2020. Angka tersebut diikuti dengan angka yang sangat tinggi untuk Lost to Follow Up (LoFU) dan kematian yang diakibatkan oleh AIDS.

Dari data terbaru tersebut menyebutkan bahwa dari estimasi ODHA yang ada di Indonesia baru terdapat 67% mengetahui statusnya, 27% yang rutin mendapatkan pengobatan ARV, 6,7% dengan viral tersupresi. Berdasarkan studi cepat capaian program 90-90-90 dari perspektif komunitas yang dilakukan pada akhir tahun 2020, tantangan yang muncul kebanyakan berasal dari kurangnya hubungan yang baik antara pasien dan penyedia layanan kesehatan yang diakibatkan oleh beberapa faktor diantara lain adalah stigma diskriminasi dan beban kerja layanan kesehatan.

Prinsip Community-led Monitoring (CLM) saat ini diyakini memegang peranan utama dalam program dan sangat efektif dalam mendorong peningkatan program. PEPFAR sendiri setuju bahwa CLM sangat membantu memberikan pengetahuan yang membantu menentukan masalah dan tantangan apalagi mendorong solusi yang akan meningkatkan pemberian layanan dan pada akhirnya program itu sendiri. Pemantauan yang dipimpin masyarakat mempraktekkan keterlibatan berbasis masyarakat yang terstruktur, didorong oleh pengetahuan berbasis bukti dan berujung pada dukungan terhadap kebijakan, undang-undang, dll.

Artikel terkait  Konsultan Finalisasi Modul Etika Medis Optimalisasi Peran PE Dalam Penjangkauan PSP

Dalam studi cepat yang dilakukan oleh IAC mengenai Keterlibatan Masyarakat dalam pendekatan LKB-SUFA, menjadi jelas bahwa meskipun keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan HIV, khususnya di lapangan paling signifikan, hal itu tidak cukup dilaksanakan.

Berbagai alasan menggarisbawahi kurangnya keterlibatan masyarakat, antara lain kurangnya kesadaran tentang pemantauan yang dipimpin masyarakat, serta kapasitas masyarakat itu sendiri. Ada kebutuhan mendesak untuk membangun upaya pemantauan berbasis masyarakat yang didukung oleh organisasi berbasis komunitas HIV nasional dan jaringan nasional, dengan mengidentifikasi ruang lingkup komunitas dalam pemantauan dan mekanisme pengumpulan data dan informasi.

Organisasi berbasis masyarakat dan Jaringan Nasional Populasi Kunci adalah tulang punggung pemantauan berbasis komunitas HIV, sebagai penyedia masukan dan informasi akar rumput dari pelaksanaan program HIV nasional untuk membantu peningkatan pengujian, pencegahan, dan pengobatan HIV, serta mendukung strategi keterlibatan masyarakat yang luas, penyebaran informasi di tingkat regional dan nasional.

Koalisi AIDS Indonesia akan memperkenalkan paket pemantauan berbasis masyarakat yang mendasar dan komprehensif (Basic and Comprehensive Package) pada periode hibah ATM Global Fund berikutnya 2022-2023, dimana paket komprehensif akan terdiri dari paket pemantauan berbasis masyarakat lengkap yang diprakarsai oleh IAC di 23 kabupaten; petugas advokasi, petugas paralegal, petugas pemantauan berbasis masyarakat, dan forum kabupaten, sedangkan paket dasar akan terdiri dari integrasi hak asasi manusia yang baru dibentuk dalam inisiatif pemberian layanan IAC, yang akan didorong oleh focal point advokasi masyarakat dan focal point kampanye di 131 kabupaten HIV pencegahan pada program WPS.

Artikel terkait  Vendor Maintenance Community-led Monitoring Knowledge Management Platform

1. Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk
–  Mengembangkan pedoman pelaksanaan paket pemantauan berbasis masyarakat yang mendasar dan komprehensif di tingkat kabupaten melalui pertemuan konsultatif dengan pihak-pihak terkait.

2. Output Kegiatan
–  Adanya pedoman pelaksanaan paket pemantauan berbasis masyarakat yang mendasar dan   komprehensif

3. Rincian Pengadaan

Tugas dan tanggung jawab Konsultan:

1.  Mengadakan pertemuan-pertemuan konsultatif dengan pihak terkait
2.  Menyusun pedoman pelaksanaan paket pemantauan berbasis masyarakat yang mendasar dan komperhensif

Kualifikasi Konsultan:

1.    Memahami isu yang terdapat dalam komunitas, terutama terkait hukum dan HAM.
2.    Mempunyai pengalaman untuk menyusun pedoman pelaksanaan.
3.    Memahami isu yang terdapat pada populasi kunci, khususnya populasi Pekerja Seks Perempuan.
4.    Lebih disukai jika mempunyai pengetahuan yang dalam terkait Gender-based Violence.

Kirimkan CV dan Surat Ketertarikan yang mencantumkan besaran fee yang diharapkan ke [email protected] dan [email protected] dengan judul email “Konsultan Penyusunan Basic & Comprehensive Guideline” sebelum tanggal 19 November 2021 pukul 23.59.

Views: 9

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

On Key

Related Posts

image: http://patricmorgan.co.uk
Publikasi

Pediatric HIV Symposium

Berikut ini adalah materi presentasi dari HIV Pediatric Symposium pada tanggal 14 Agustus 2014 yang diadakan oleh Yayasan Spiritia Kasus HIV pada Anak: Isu Psikososial

Read More »
Publikasi

Naskah Akademik dan RUU Paten

Draft naskah akademik & RUU Paten dapat dibaca melalui tautan berikut:   Views: 9Artikel terkait  Konsultan Country Snapshot Perempuan dengan HIV di Indonesia

Read More »

want more details?

Fill in your details and we'll be in touch