Indonesia AIDS Coalition (IAC) dan Mitra Gelar Sosialisasi Anak dengan HIV di Kota Bandung

Indonesia AIDS Coalition (IAC) kembali meneguhkan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak Anak dengan HIV (ADHIV) melalui serangkaian kegiatan sosialisasi di Kota Bandung. Menggandeng PKBI Kota Bandung dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, IAC mengadakan edukasi publik juga kegiatan sekolah yang menyasar ratusan siswa dari tingkat SD hingga SMP.
Sebagai organisasi berbasis komunitas, IAC selama ini berfokus pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan HIV. Di Kota Bandung, kegiatan difokuskan pada aspek penghapusan stigma, pencegahan perundungan, serta peningkatan pemahaman siswa mengenai HIV dan kesehatan reproduksi.
Sosialisasi di Car Free Day Sport Jabar Arcamanik
Rangkaian kegiatan dimulai pada hari Minggu, 24 Agustus 2025, di area Car Free Day Sport Jabar Arcamanik. Staff IAC membagikan flyer berisi informasi dasar mengenai ADHIV, sekaligus membuka booth interaktif. Masyarakat yang tertarik diajak untuk mengikuti challenge berhadiah seperti berfoto di photobooth Timi dan Mika, menuliskan pesan dukungan, atau membuat video pendek.
Melalui pendekatan ini, IAC berharap masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga ikut terlibat secara aktif dalam mendukung hak-hak ADHIV. Merchandise berupa gantungan kunci, pin, dan stiker dibagikan sebagai bentuk apresiasi.
Edukasi di SDN 037 Cihapit
Keesokan harinya, pada Senin, 25 Agustus 2025, tim IAC melanjutkan kegiatan ke SDN 037 Cihapit yang memiliki lebih dari 900 siswa. Materi yang disampaikan mencakup toleransi dan pencegahan perundungan, pubertas, bahaya Napza, hingga informasi dasar HIV. Dengan metode interaktif seperti diskusi, roleplay, kuis, hingga pemutaran episode kartun Timi dan Mika, anak-anak diajak memahami bahwa HIV tidak menular lewat aktivitas sosial sehari-hari, juga pentingnya mendukung teman sebaya yang hidup dengan HIV. Fasilitator juga menekankan hak-hak anak, termasuk hak atas kehidupan dan perlindungan.
Pemahaman Lebih Lanjut di SMPN 5 Kota Bandung
Masih di hari yang sama, kegiatan berlanjut ke SMPN 5 Kota Bandung dengan peserta dari OSIS dan calon OSIS sekolah. Di tingkat SMP, materi yang diberikan lebih mendalam, mulai dari perbedaan HIV dan AIDS, cara penularan, hingga pencegahan dengan metode ABCDE (Abstinence, Be faithful, Use Condom, No Drugs, dan Education).
Meskipun sebagian siswa masih memiliki pemahaman keliru terkait HIV, diskusi berlangsung aktif. Para siswa antusias bertanya seputar isu kesehatan reproduksi, sementara yang aktif berpartisipasi mendapat hadiah merchandise Timi dan Mika.
Melawan Stigma, Membangun Empati
Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam menghapus stigma terhadap ADHIV. Dengan pendekatan edukasi populer dan interaktif, IAC berusaha menciptakan ruang aman bagi anak-anak untuk belajar dan bertanya.
“Anak dengan HIV berhak mendapatkan lingkungan yang mendukung, baik di sekolah maupun masyarakat. Edukasi dini adalah kunci untuk menghentikan diskriminasi dan menciptakan generasi yang lebih empatik,” ujar salah satu staff IAC.
Melalui kolaborasi lintas organisasi dan dukungan publik, IAC berharap Kota Bandung dapat menjadi contoh kota yang ramah terhadap ADHIV—sebuah langkah maju menuju Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi.
Share this article
Ditulis oleh : Budi Larasati
Follow us
Outline Artikel Ini







