Kuliah Reflektif Monitoring dan Evaluasi Isu Kesehatan di UMM: Membangun Calon Pekerja Sosial yang Inklusif dan Berbasis Bukti

By Published On: February 9th, 2026

Kuliah Reflektif Monitoring dan Evaluasi Isu Kesehatan di UMM: Membangun Calon Pekerja Sosial yang Inklusif dan Berbasis Bukti

By Published On: February 9th, 2026

Kompleksitas permasalahan sosial di Indonesia—mulai dari kemiskinan, perdagangan manusia, disabilitas, hingga isu kesehatan seperti HIV-AIDS—menuntut kehadiran dari pekerja sosial yang tidak hanya memiliki empati, tetapi juga kapasitas analitis dan profesional yang kuat. Menjawab tantangan tersebut, Indonesia AIDS Coalition (IAC) bekerja sama dengan Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyelenggarakan Kuliah Reflektif Monitoring dan Evaluasi (M&E) Isu Kesehatan pada tanggal 5–9 Januari 2026 di Kota Malang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama IAC-UMM dalam membangun Centre of Excellence yang bertujuan untuk mencetak calon pekerja sosial yang ramah komunitas, berpihak pada kelompok rentan, serta mampu bekerja dengan pendekatan berbasis HAM dan bukti. Bagi IAC, penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya calon pekerja sosial, menjadi langkah strategis dalam memastikan program kesehatan—terutama HIV-AIDS—dijalankan secara akuntabel, etis, dan berdampak.

Rangkaian kegiatan diawali pada hari Senin, 5 Januari 2026, dengan kedatangan tim fasilitator dari Jakarta ke Kota Malang. Koordinasi internal dilakukan untuk memastikan kesiapan materi, metode pembelajaran, dan pembagian peran fasilitator. Persiapan ini menjadi fondasi penting agar proses pembelajaran berlangsung secara terstruktur dan efektif.

Pada hari Selasa dan Rabu, 6–7 Januari 2026, peserta mendapatkan pengantar komprehensif mengenai konsep dasar Monitoring dan Evaluasi dalam program kesehatan. Fasilitator menjelaskan peran strategis M&E dalam siklus program, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga pelaporan dan pengambilan keputusan. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan latihan kelompok. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengaitkan materi M&E dengan konteks isu kesehatan dan HIV-AIDS yang relevan dengan praktik kerja sosial.

Fokus pembelajaran kemudian diarahkan pada metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif, juga pentingnya pendekatan mixed methods untuk menghasilkan data yang valid dan komprehensif. Peserta juga dilatih untuk merumuskan indikator kinerja berbasis prinsip SMART, yang merupakan keterampilan kunci dalam mendukung perencanaan dan evaluasi program yang terukur.

Pada hari Kamis, 8 Januari 2026, materi difokuskan pada pengelolaan dan keamanan data, khususnya data sensitif dalam program kesehatan dan HIV-AIDS. Diskusi mengenai etika, perlindungan data, dan prinsip do no harm membuka kesadaran peserta akan risiko yang dapat timbul apabila data tidak dikelola secara bertanggung jawab. Sesi ini dilengkapi dengan pengenalan dasar analisis data dan pemanfaatan temuan M&E sebagai alat pembelajaran dan perbaikan program.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi pada hari terakhir, yang mana peserta menyampaikan pembelajaran, kesan, serta rencana penerapan pengetahuan M&E dalam praktik di lapangan. Diskusi ini menegaskan bahwa M&E bukan sekadar alat pelaporan, melainkan instrumen penting untuk memastikan program berjalan efektif, adil, dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, Kuliah Reflektif Monitoring dan Evaluasi Isu Kesehatan di UMM berhasil memperkuat kapasitas calon pekerja sosial dalam memahami dan menerapkan prinsip M&E berbasis bukti. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi pekerja sosial yang kritis, beretika, dan mampu mendukung program kesehatan yang lebih akuntabel dan berpihak pada kelompok terdampak.

Share this article

Ditulis oleh : Budi Larasati