Memperkuat Suara Komunitas: District Mentoring CLM di Purwakarta

By Published On: May 5th, 2026

Memperkuat Suara Komunitas: District Mentoring CLM di Purwakarta

By Published On: May 5th, 2026

Peran komunitas dalam respons HIV-AIDS nasional semakin diakui sebagai kunci keberhasilan dari program pencegahan, perawatan, dan dukungan bagi Orang dengan HIV (ODHIV) dan populasi kunci. Upaya ini terus diperkuat melalui pengembangan Community-Led Monitoring (CLM), yakni sebuah pendekatan yang memastikan agar pengalaman nyata dari pengguna layanan kesehatan menjadi dasar bagi peningkatan kualitas layanan. Pada bulan April 2026, tim dari Indonesia AIDS Coalition (IAC) bersama mitra jaringan nasional melaksanakan kegiatan District Mentoring CLM di Kabupaten Purwakarta, sebagai bagian dari upaya perluasan wilayah intervensi CLM di Indonesia.

CLM adalah mekanisme pemantauan layanan kesehatan yang dipimpin oleh komunitas. Melalui CLM, ODHIV ataupun populasi kunci dapat memberikan umpan balik secara langsung mengenai ketersediaan, akses, kualitas layanan, hingga kenyamanan pelayanan. Umpan balik ini kemudian dianalisis dan digunakan sebagai dasar advokasi perbaikan layanan.

Sejak peluncuran platform digital nasional CLM pada bulan Februari 2025, sejumlah pemerintah daerah telah menunjukkan dukungan dengan menerbitkan surat edaran implementasi CLM di fasilitas-fasilitas kesehatan wilayahnya. Melihat dampak positif tersebut, IAC memandang perlu untuk memperluas intervensi CLM ke wilayah baru, termasuk Kabupaten Purwakarta.

Pada tanggal 21 April 2026, tim IAC berangkat dari Jakarta menuju kantor Yayasan Resik Subang. Hari pertama difokuskan pada koordinasi dan penyusunan rencana kerja empat hari ke depan yang meliputi:

  • Perkenalan CLM kepada Dinas Kesehatan Purwakarta;
  • Mendorong komitmen pemerintah daerah melalui penerbitan surat edaran implementasi CLM;
  • Sosialisasi CLM ke fasilitas layanan kesehatan;
  • Penempelan barcode CLM; serta
  • Penguatan kapasitas SSR Yayasan Resik Subang.

Kegiatan pada hari kedua dimulai dengan audiensi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta. Dalam pertemuan ini, tim memaparkan manfaat CLM, praktik baik di level nasional, serta pentingnya dukungan kebijakan daerah.

Hasil diskusi menunjukkan adanya peluang sekaligus tantangan. Dinas Kesehatan menyambut baik CLM, tetapi menyampaikan perlunya revisi surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat agar Kabupaten Purwakarta dapat menerbitkan surat edaran resmi sebagai dasar implementasi.

Meski demikian, tim tetap diperkenankan melakukan sosialisasi ke fasilitas kesehatan. Kunjungan dilanjutkan ke Puskesmas Purwakarta dan Puskesmas Munjul Jaya. Kedua fasilitas menunjukkan antusiasme tinggi, bahkan merencanakan penempatan barcode CLM di beberapa titik layanan seperti ruang PDP, laboratorium, dan farmasi.

Kunjungan berikutnya dilakukan ke Puskesmas Bungursari dan Puskesmas Jatiluhur bersama Intimuda Indonesia. Tim PDP di kedua puskesmas menerima CLM dengan sangat positif.

Fasilitas kesehatan memahami bahwa CLM bukan sekadar pengumpulan data, tetapi sarana peningkatan mutu layanan yang berbasis pada pengalaman pengguna. Utamanya ODHIV dan populasi kunci. Komitmen untuk menempelkan barcode CLM akan segera dilakukan setelah terbitnya surat edaran dari dinas kesehatan.

Sesi penutup kegiatan mentoring diisi dengan coaching dan simulasi pengisian CLM Digital Tools bagi PL Yayasan Resik Subang dan komunitas. Hasil penting dari sesi adalah PL memahami alur pengisian formulir CLM, Intimuda Indonesia siap mendampingi proses pengisian dan verifikasi data; serta  Rencana Tindak Lanjut (RTL) disusun untuk mendorong revisi surat edaran melalui koordinasi dengan PKBI Kota Bandung.

Kegiatan District Mentoring CLM di Kabupaten Purwakarta menunjukkan bahwa kolaborasi antara komunitas, Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), dan fasilitas kesehatan mampu membuka jalan bagi peningkatan kualitas layanan HIV-AIDS. Meski masih diperlukan langkah advokasi kebijakan, antusiasme fasilitas kesehatan dan kesiapan komunitas menjadi fondasi kuat bagi implementasi CLM ke depan.

Melalui kegiatan mentoring ini, diharapkan tercipta keseragaman perspektif, penguatan kapasitas komunitas, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan. Pada akhirnya, CLM ada untuk memastikan bahwa suara komunitas tidak hanya didengar, tetapi menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan terkait penyediaan layanan kesehatan di Indonesia.

Selain Kabupaten Purwakarta, district mentoring juga dilakukan di Bandar Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Padang, Cirebon, Tegal, dan Simalungun.

Share this article

Ditulis oleh : Budi Larasati