Penguatan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Program Pencegahan HIV-AIDS melalui R-CAD

By Published On: February 3rd, 2026

Penguatan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Program Pencegahan HIV-AIDS melalui R-CAD

By Published On: February 3rd, 2026
Dokumentasi Pelatihan RCAD IAC JANUARI 2026

Sistem pencatatan dan pelaporan yang kuat merupakan instrumen penting bagi Indonesia AIDS Coalition (IAC) sebagai Principal Recipient (PR) dari The Global Fund ATM GC.7 periode 2024–2026 dalam mengimplementasikan program penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia. IAC berkomitmen untuk menyajikan data agregat yang berkualitas pada setiap bidang intervensi program, yaitu pencegahan HIV pada Pekerja Seks Perempuan (PSP) dan Program Penguatan Sistem Komunitas dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi populasi kunci.

Menjawab kebutuhan tersebut, IAC mengembangkan sistem pencatatan dan pelaporan berbasis digital dan real-time yang diberi nama Real-time Cascade Analysis Dashboard (R-CAD). R-CAD mengintegrasikan pendekatan analisis kaskade dan teknik geospasial dalam pelaksanaan program pencegahan HIV pada PSP juga penguatan sistem komunitas dan HAM. Sistem ini memungkinkan visualisasi data secara agregat dan real-time di setiap tingkatan implementasi, sehingga memudahkan analisis, evaluasi program, serta penyediaan peringatan dini terhadap tantangan yang muncul di lapangan.

R-CAD pertama kali dikembangkan oleh IAC pada tahun 2023 dan mulai digunakan secara operasional pada tahun 2024. Seiring dengan dinamika kebutuhan program di lapangan, sistem ini terus disempurnakan. Pada pertengahan tahun 2024, IAC mengembangkan R-CAD versi 2.0 yang digunakan hingga akhir tahun 2025. Selanjutnya, pada tahun 2026, R-CAD kembali dikembangkan menjadi versi 3.0 dengan fitur dan pendekatan yang semakin responsif terhadap kebutuhan data program.

Pendekatan Partisipatif dalam Pengembangan R-CAD 3.0

Salah satu hal yang membedakan R-CAD versi 3.0 adalah pendekatan pengembangannya yang bersifat partisipatif. Proses pengembangan sistem tidak hanya melibatkan IAC dan konsultan teknis, dalam hal ini Kode-Web, tetapi juga melibatkan mitra Sub Recipient (SR) dan Sub-Sub Recipient (SSR) sebagai pengelola data di tingkat lapangan. IAC memandang keterlibatan SR dan SSR sebagai aspek penting untuk memberikan masukan dan umpan balik, sekaligus membangun rasa kepemilikan bersama terhadap sistem.

Alur Pengelolaan dan Validasi Data R-CAD

Dalam alur pengelolaan data R-CAD, Petugas Lapangan (PL) berperan sebagai peng-input data. Data yang masuk kemudian diverifikasi oleh tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) SSR, dilanjutkan dengan proses validasi oleh Monev SR. Pada tahap akhir, data disetujui oleh Monev PR sehingga menjadi data yang utuh dan dapat dipublikasikan kepada para pemangku kepentingan (multistakeholder).

Data yang telah terakumulasi di tingkat PR selanjutnya dilaporkan oleh IAC sebagai bagian dari capaian nasional Indonesia dalam mendorong pencapaian target global Triple 95s.

Pelaksanaan Training R-CAD Versi 3.0

Sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas dan implementasi sistem, Training R-CAD Versi 3.0 dilaksanakan pada tanggal 26–30 Januari 2026 di Kota Tangerang. Bertempat di Hotel Aston Bintaro, kegiatan pelatihan ini berlangsung selama lima hari dan diikuti oleh 40 petugas Monev SSR, 3 petugas Monev SR, tim program IAC, serta tim konsultan Kode-Web. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan seluruh pengguna memahami pembaruan sistem dan alur kerja data R-CAD secara optimal.

Penekanan pada Integritas Data

Pada sesi pembukaan kegiatan, Hilmansyah Panji Utama, selaku Koordinator Planning dan Monitoring & Evaluation IAC, menekankan pentingnya integritas data dalam pelaksanaan program. Panji menyampaikan bahwa data tidak pernah berbohong dan selalu menunjukkan fakta yang terjadi di lapangan. Data menjadi bermasalah ketika proses penginputannya tidak jujur atau bersifat fiktif.

Oleh karena itu, peran Monev menjadi sangat krusial, tidak hanya sebagai penginput data, tetapi juga sebagai verifikator dan analis untuk memastikan bahwa data yang masuk ke dalam R-CAD benar-benar merepresentasikan kondisi di lapangan. Dengan data yang kredibel, Petugas Lapangan, SSR, SR, hingga PR dapat mempertanggungjawabkan dana hibah yang diterima, sekaligus menunjukkan kepada publik—termasuk pemerintah dan donor—hasil kerja dan capaian program secara transparan.

R-CAD sebagai Sistem Milik Bersama

Pada sesi penutupan kegiatan, Hamam Nasirudin, selaku Monitoring & Evaluation Officer IAC yang memimpin pengembangan R-CAD versi 3.0, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para staf Monev SSR dan Monev SR selama pelatihan berlangsung. Berbagai masukan dan umpan balik yang diberikan dinilai menjadi kontribusi penting dalam penyempurnaan R-CAD serta menjadi faktor kunci keberhasilan pelatihan.

Hamam juga menegaskan bahwa R-CAD bukanlah milik IAC semata, melainkan sistem bersama yang dimiliki oleh komunitas, mulai dari Petugas Lapangan, SSR, SR, hingga PR.

Share this article

Ditulis oleh : admin IAC